DOSEN JURUSAN GEOGRAFI PRESENTASI HASIL PENEILITIAN DI CHULALONGKORN UNIVERSITY THAILAND

Dosen Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (FIS UNY) ikuti mini conference di Chulalongkorn University Thailand 24-26 Oktober 2017. Kegiatan dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari program sister prodi yang telah berjalan sejak tahun sebelumnya. Pada kesempatan tersebut, empat dosen Geografi yang terdiri dari Suhadi Purwantara, M.Si., Dr. Dyah Respati, Dr. Nurul Khotimah, dan Arif Ashari, M.Sc memaparkan hasil penelitiannya di Departemen Geografi Chulalongkorn University Thailand.

Dalam mini conference yang melibatkan dosen Departemen Geografi Chilalongkorn University, Suhadi memaparkan hasil penelitiannya tentang optimalisasi fungsi sumur resapan di kompleks kampus UNY. Menurut Suhadi, pembangunan terus menerus tentu sangat menggembirakan, pertanda kesejahteraan masyarakat semakin baik. Akan tetapi, cepatnya pembangunan prasarana kampus berakibat ruang terbuka semakin sempit. Jumlah sumur resapan yang belum memadahi dan besar saluran air yang juga belum sesuai, itulah penyebab areal kampus UNY sering terjadi banjir. Untuk itu perlu ada perancangan yang baik termasuk pembangunan ruang terbuka hijau dan resapan buatan. “Sumur resapan menjadi salah satu alternatif untuk menghindari banjir dan mencegah kelangkaan air tanah yang semakin tahun semakin dalam. Kampus UNY bisa dijadikan contoh cara mengatasi banjir dan mengatasi kekeringan air tanah dengan terus  menambah jumlah sumur resapan”jelasnya.

Sementara itu, Nurul juga mempresentasikan makalahnya tentang desa wisata. Desa wisata merupakan salah satu pendekatan pengembangan wisata alternatif di Kabupaten Bantul. Pemodelan desa wisata dapat dilakukan mendasarkan komoditas lokal yang ada ”Penelitian saya bertujuan untuk mengetahui potensi desa wisata berbasis komoditas lokal, menemukan dan mengembangkan model pengembangan Desa Wisata berbasis komoditas lokal di Kabupaten Bantul” ungkapnya.

Melalui penelitiannya Nurul memberikan rekomendasi untuk pengembangan Desa Wisata Krebet sebagai desa wisata berbasis komoditas local. Bagi Pemerintah, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul hendaknya terus mendorong secara konkret upaya-upaya pembangunan desa wisata di wilayahnya. Bagi masyarakat, diharapkan untuk terus menjaga kualitas komoditas lokal dan kelestarian lingkungan di sekitar desa wisata dalam menunjang keberlanjutan pengembangan Desa Wisata Krebet.

Pada kesempatan yang sama, Dyah memaparkan tentang pemanfaatan SIG untuk identifikasi daerah demam berdarah, sedangkan Arif menjelaskan tentang geomorfologi lereng selatan gunungapi merapi kaitannya dengan potensi bahaya dan sumberdaya alam pada daerah rawan bencana. Lereng Selatan Gunungapi Merapi memiliki kondisi geomorfologis yang sangat kompleks, terdiri dari berbagai bentuklahan yang memiliki perbedaan relief, batuan, stuktur, dan proses geomorfologi. Distribusi jenis bahaya dan sumberdaya dipengaruhi oleh faktor geomorfologi. Arif menambahkan, perbedaan bentuklahan dan relief mempengaruhi perbedaan jenis bahaya. Jenis sumberdaya alam berupa sumberdaya lahan, sumberdaya air, sumberdaya hayati, dan sumberdaya mineral, persebarannya juga dipengaruhi oleh kondisi geomorfologis. 

Dosen Departemen Geografi Chulalongkorn University juga mempresentasikan hasil penelitiannya dalam mini conference antara lain Chanita Duangyiwa  yang mempresentasikan makalah dengan judul Combined Impacts of sea level rise, land subsidence and storm surge on coastal flood risks in the Bangkok Metropolitan Region; Ekkamol Vannametee tentang Towards Closure Relations in the Representative Elementary Watershed (REW) Framework Containing Observable Paramters: Relations for Hortonian Overland Flow; Petchpilai Lattanan tentang Fractured Mobility: Sky Train and the Politics of the Middle Class in Bangkok; Sirivilai Teerarojanarat tentang A GIS-Based Approach for Dialect Boundary Studies;Thitirat Panbamrungkij tentang GIS-Based Network Analysis for the Expansion of Service Areas of Emergency Medical Service Unit During Night Time in Chanthaburi Province,  Development of a GIS-Based Assessment Model to Identify Potential Regional Airport Hubs in Southeast Asia for Supporting International Traveler Expansion,  Creative Tourism Management of the Floating Market in Bangkok: A Case Study of Its Uniqueness; dan Pannee Cheewinsiriwat tentang The Use of GIS in Exploring Settlement Patterns of the Ethnic Groups in Nan, Thailand, Application of Spatial Techniques to Thailand’s Aging Population Data, Estimation of Nitrogen Dioxide Concentration in Inner Bangkok using Land Use Regression Modelling and GIS,  Flood Management in Bangkok: Advancing Knowledge and Adressing Challenges. Mini conference ini banyak memberikan banyak manfaat bagi kedua universitas dan akan ditindaklanjuti dengan joint research pada masa yang akan datang.(Eko/Arif)