Up grading UKMF Al-Ishlah FISE UNY

Tiada yang Kami Inginkan, Selain Perbaikan

Sabtu pagi,(19/2) Diar bersama beberapa orang temannya berjalan menyusuri jalan-jalan sekitar kampus. Dengan menggendong ransel yang berisi botol minuman, beberapa bekal makanan dan berpakaian casual, mereka berjalan diselingi guyonan dan obrolan santai. Penampilan mereka lain dari hari biasanya yang selalu rapi. Pagi itu, mereka seperti anak-anak yang pergi piknik.  

Tetapi pagi itu mereka tak hendak sekadar piknik dan berjalan-jalan. Tujuan mereka bukan tempat-tempat rekreasi penghilang penat. Tujuan mereka ialah masjid Al-Inayah, Samirono. Masjid bercat hijau ini terletak ditengah-tengah permukiman. Tempat yang cukup tak lazim untuk bersantai.

“Ada up grading pengurus,” ujar Diar, yang merupakan Ketua Al Ishlah, dengan penuh semangat. Ya,  memang dimasjid itulah diadakan up grading pengurus UKMF Al Ishlah FISE UNY.

UKMF Al Ishlah memang bergerak dalam ranah kerohanian islam, maka tak heran apabila aktifitas up grading pun sering kali dilakukan di masjid-masjid. Muarif, mantan ketua Al Ishlah yang sekaligus penyelenggara up grading ini, menyampaikan bahwa pemilihan tempat mempunyai tujuan. “Masjid dipilih sebagai tempat up grading, dalam rangka mengenalkan dan memberikan orientasi kepada pengurus baru. Selain itu juga menumbuhkan kultur keislaman diantara pengurus Al ishlash,” ungkapnya.

“Dalam up grading kali ini, para pengurus juga diminta untuk mengenal lingkungan sekitar kampus, agar mereka memahami medan dakwah yang dihadapi,” tambah mahasiswa jurusan Pendidikan Ekonomi ini.

Makna dari hal sederhana

Pengurus Al-Ishlah tidak serta merta datang secara serempak, tetapi mereka datang secara berkelompok. Tiap kelompok terdiri dari 7 hingga 10 orang yang disusun lintas angkatan, jurusan dan departemen yang diamanahkan.

Setelah semua pengurus sampai di masjid, acara dilanjutkan dengan pemberian materi yang dilangsungkan di lantai dua. Disampaikan oleh Triyanto P. Nugroho, materi awal berisi tentang hal-hal sederhana yang sering kali dilupakan dalam keberlangsungan organisasi. Triyanto mengemas materi dalam bentuk game-game kecil dan perenungan. “Ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran, bukan sekadar memberikan pengetahuan,” ujar mahasiswa Pendidikan Geografi FISE UNY yang juga pernah menjabat sebagai Ketua BEM FISE UNY tahun 2009.

Rakhyan Risnu Sasongko, Kepala Departemen Jaringan UKMF Al-Ishlah, merasakan bahwa materi up grading ini berlangsung dengan seru dan luar biasa. Hal-hal sederhana mampu dikemas dengan indah dan bermakna. “Awalnya memang agak sedikit bosan, karena hanya jalan-jalan di sekitar kampus. Tetapi setelah tadi dijelaskan oleh pemateri tentang hal-hal sederhana yang seringkali dilupakan, semuanya jadi nampak dengan pelajaran-pelajaran berharga,” ujar mahasiswa jurusan PKnH FISE UNY ini.

“Misalnya saja dengan berjalan-jalan secara berkelompok dapat membangun kebersamaan. Membawa bekal pun dimaksudkan untuk saling berbagi. Bertindak pro aktif apabila ada teman yang kesulitan, dan saling memahami potensi dan sifat masing-masing,” tambahnya.   

Senada dengan Rakhyan, Wira dan Risang yang juga merupakan pengurus harian UKMF Al-Ishlah menyampaikan pula bahwa acara up grading sangat menarik dan memberikan wacana baru.

Esensi up grading

Muarif menyampaikan bahwa up grading tidak untuk refreshing semata, tetapi mempunyai esensi untuk “meningkatkan”. Maka keimanan menjadi bangunan pertama yang hendak ditingkatkan. Imanlah yang memberikan spirit untuk senantiasa berdakwah dan berkarya.

Ukhuwah dan kerja sama menjadi tujuan berikutnya. Dengan jumlah pengurus yang mencapai ratusan, maka harus ada jalinan ukhuwah dan kerja sama yang lebih solid. Jalinan ukhuwah tidak  boleh berhenti pada persoalan lembaga semata, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Tak kalah pentingnya ialah perecanaan program yang akan dilakukan setahun mendatang. Perlu adanya inovasi dan pengembangan program-program agar dapat menyentuh seluruh aspek dakwah di sivitas akademika FISE UNY.

Ujung tombak dakwah kampus di FISE UNY berada di tangan UKMF Al-Ishlah, maka tak ada pilihan selain melakukan usaha yang lebih baik dari waktu ke waktu. Cocok dengan jargon yang seringkali dijadikan landasan oleh pengurus UKMF Al-Ishlah, bahwa “tiada yang kami inginkan, selain perbaikan.” [triyanto]