PELATIHAN PENULISAN PROPOSAL PPM PROGRAM DPPM BAGI DOSEN FISE

Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (FISE UNY) selenggarakan  pelatihan penulisan proposal PPM program DPPM
untuk para dosen di lingkungan FISE Senin (7/3). Pelatihan yang diadakan di ruang
Ki Hajar Dewantara tersebut dihadiri 55 dosen FISE dan dibuka oleh dekan FISE,
Sardiman AM, MP.d. Dalam sambutannya Sardiman mengajak para dosen untuk
mengembangkan ilmunya dengan mengabdikannya kepada masyarakat. ”Sebaik baik
manusia adalah yang bisa bermanfaat untuk sesama” tuturnya.

Pelatihan yang dimoderatori oleh Indah Mustikawati, M.Si. tersebut
menghadirkan dua pembicara yakni Darmono, MT dan Regina Tuti, M.Si. Dalam
presentasinya Darmono MT, dosen jurusan Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik
(FT) UNY, menyampaikan beberapa poin penting program Ipteks bagi Masyarakat
(IbM) yang meliputi mitra kegiatan, luaran program. struktur usulan, judul
usulan, analisis situasi, permasalahan mitra dan solusi yang ditawarkan. ”Salah
satu pengusul program IbM terdiri dari dosen Perguruan Tinggi S2, S3 dan
profesor (guru besar)” tambahnya.

Disamping itu Darmanto juga memaparkan program Ipteks bagi Ekspor (IbPE)
yang merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat DP2M DIKTI
dalam bentuk penerapan dan pengembangan riset perguruan tinggi. ”Salah satu
tujuan IbPE untuk meningkatkan kualitas produk UKM dan pemasaran dalam merebut
peluang ekspor”.jelasnya. Darmanto juga menyampaikan struktur proposal dan
sistematika Laporan IbPE.

Dalam kesempatan tersebut Regina Tuti, M.Si. dosen fakultas MIPA UNY, menjelaskan
program IbPE Kerajinan bambu di Sleman DIY. Regina mencontohkan kegiatan UKM
”Tunggak Semi” dan ”Karti Aji” bambu handicraft yang telah lama berdiri dan
merupakan mitra bagi pelaku PPM dari UNY sejak tahun 2008. ”Penerapan teknologi
yang diterima kedua UKM tersebut diantaranya pengembangan instrumen pemasaran,
pembuatan mesin pengering, pembuatan mesin pemotong lidi, pengadaan mesin
pengukur kadar air, pengadaan rak kerajinan dan pengadaan sarana komunikasi
internet” tuturnya.

Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan UKM adalah
keterbatasan kemampuan dan ketrampilan memanfaatkan fasilitas internet. Regina
mengatakan untuk mengatasi masalah tersebut UKM mengadakan pelatihan
ketrampilan memanfaatkan teknologi komputer dan internet yang diberikan oleh
tim pengabdi pada tahun kedua. (Eko)